Pemberitahuan: Berakhirnya website Satgas REDD+

Sesuai dengan berakhirnya mandat Satgas REDD+ seperti tertuang dalam Keppres No. 5/2013 ini, maka setelah 30 Juni 2013,  website Satgasreddplus.org ini tidak akan dimutakhirkan lagi terhitung sejak tanggal tersebut, dan akan dipindah untuk keperluan selanjutnya.
A+ A A-
08-03-2013

Duta Besar Norwegia Tinjau Proyek REDD+ Kalimantan Tengah

Rate this item
(0 votes)
Duta Besar Norwegia, Stig Traavik,   menanam pohon di SMPN 12 Palangkaraya (6/3/2013) sebagai bagian dari kunjungan dua hari di proyek esk-PLG Kalimantan Tengah. Sekolah ini merupakan salah satu dari 11 sekolah di Kalimantan Tengah yang dideklarasikan sebagai Sekolah Sobat Bumi. (Foto: Emanuel Migo) Duta Besar Norwegia, Stig Traavik, menanam pohon di SMPN 12 Palangkaraya (6/3/2013) sebagai bagian dari kunjungan dua hari di proyek esk-PLG Kalimantan Tengah. Sekolah ini merupakan salah satu dari 11 sekolah di Kalimantan Tengah yang dideklarasikan sebagai Sekolah Sobat Bumi. (Foto: Emanuel Migo)

Duta Besar (Dubes) Norwegia untuk Indonesia, Mr. Stig Traavik, mengunjungi Kalimantan Tengah pada 5-6 Maret 2013. Pada kunjungan dua hari ini, Traavik meninjau pelaksanaan kegiatan REDD+ di Provinsi Percontohan REDD+ Kalimantan Tengah serta berdialog dengan masyarakat dan Pemerintah Kalteng.

Rombongan Dubes Norwegia diterima Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Kunjungan ini disertai perwakilan Satuan Tugas Persiapan Kelembagaan REDD+  (Satgas REDD+) William Sabandar, Konselor Kedutaan Norwegia Marthe Hotvedt, Country Director ILO Indonesia Peter van Rooij, dan Kepala UNOPS Bryan Tylor.

Hari pertama Dubes Norwegia dan rombongan mengunjungi kegiatan khusus eks-Proyek Lahan Gambut sejuta Hektar (PLG) di Kabupaten Pulang Pisau. Rombongan mengunjungi Pusat Informasi Lestari yang dilaksanakan oleh UNOPS dan UNESCO di Desa Buntoi. Masyarakat Buntoi menyambut kedatangan rombongan Dubes Norwegia di Rumah Betang Desa Buntoi yang dibangun pada 1870. Rombongan juga berkunjung ke lokasi proyek yang dilaksanakan  Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di Desa Jabiren, serta proyek yang dilaksanakan ILO di Desa Pilang.

Sekretaris Daerah Kalteng Siun Jarias yang turut serta dalam kunjungan ini menyatakan bahwa Kalteng siap melaksanakan program-program REDD+. “Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendukung sepenuhnya pelaksanaan REDD+ dan berterimakasih atas berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan”, ujar Siun Jarias dalam sambutannya.

Pentingnya Menanggulangi Kebakaran Hutan dan Gambut

Hari berikutnya, Dubes Traavik mengunjungi Kelurahan Bukit Tungal, Palangka Raya sebagai salah satu dari 15 desa/kelurahan di 5 Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah yang menerima bantuan penanggulangan kebakaran hutan berbasis masyarakat (CBFFM). Ketua Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Bukit Tunggal, I Wayan Bimo Seno, menjelaskan bahwa TSAK dapat meningkatkan kemampuan dalam penanggulangan kebakaran berkat dukungan pelatihan dan bantuan peralatan dari REDD+. “Selama musim kemarau tahun 2012, TSAK Bukit Tunggal berhasil memadamkan kebakaran lahan gambut di 80 titik kebakaran,” ujar Wayan.

“Saya memberikan apresiasi atas semangat dan upaya seluruh komponen masyarakat untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan gambut yang menyebabkan terjadinya emisi karbon,” ujar Dubes Traavik yang mendapatkan penjelasan dan peragaan peralatan pemadaman kebarakan yang didukung oleh Sekber/Satgas REDD+.

Ia lebih lanjut menyatakan bahwa upaya penanggulangan kebakaran ini perlu terus dikembangkan, baik terkait upaya pemadaman maupun penanggulangan agar tidak terjadi kebakaran. Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan gambut berkorelasi langsung dengan misi REDD+ untuk mengurangi emisi karbon.

Selain itu, Dubes Stig Traavik dan rombongan juga mengunjungi SMPN 12 Palangka Raya,  salah satu sekolah dari 11 Sekolah Sobat Bumi di Kalimantan Tengah. Sekolah itu melaksanakan deklarasi untuk bumi – Sekolah Sobat Bumi pada 7 Februari 2013.  Dubes Traavik sempat menanam pohon ulin yang merupakan pohon lokal Kalimantan Tengah.

Pada kesempatan ini Dubes Traavik berdialog dengan Kepala Sekolah SMPN 12, Luise, serta 2 Kepala Sekolah Sobat Bumi lainnya di Palangka Raya, yaitu Kepala Sekolah SDN Percobaan, Inalili, dan Kepala Sekolah SDN 4 Menteng - Palangkaraya, Ernawati.

Penegakan Hukum dan Pelibatan Masyarakat Adat

Dubes Traavik juga berdialog dengan aktivis LSM dan kelompok sipil lainnya di Training Center REDD+ di  Palangka Raya.  AMAN Kalimantan Tengah WALHI Kalimantan Tengah, dan Lembaga Dayak Panarung juga terlibat dalam pertemuan ini.

Dialog tersebut menggarisbawahi pentingnya penegakan hukum serta pelibatan masyarakat adat dalam kegiatan REDD+ dalam rangka pelestarian hutan. “Masyarakat adat belum mendapat pengakuan yang semestinya dalam kerangka pelaksanaan REDD+. Hingga saat ini, belum ada pengakuan hukum terhadap kewenangan masyarakat adat dalam pengelolaan lahan dan kawasan hutan. Padahal secara tradisional masyarakat adat telah memiliki hukum adat yang mengatur hal itu,” ungkap Ketua AMAN Kalteng,  Simpun ‘Dadut’ Sampurna.

Dubes Traavik  memahami kepedulian dari kelompok masyarakat sipil mengenai pentingnya kedua hal yang disampaikan. Ia menyatakan akan mendiskusikan lebih lanjut isu-isu tersebut dengan berbagai pihak terkait.

Dalam tanggapannya tentang kemajuan REDD+ di Indonesia, Dubes Traavik mengatakan, “Pemerintah Norwegia senang dengan kemajuan pelaksanaan kegiatan REDD+ di Indonesia, sesuai dengan tahapan pelaksanaan LoI. Satgas REDD+ telah melaksanakan tugas mereka dengan sangat baik. Meskipun demikian, jika ditanya seberapa jauh kami senang, maka kami akan bilang, makin cepat maka kami akan makin senang."***

Last modified on Tuesday, 26 March 2013 17:27

Strategi dan Rencana Implementasi MRV

Reference Emission Level

Tingkat Emisi Rujukan (Reference Emission Level) Provinsi Kalimantan Tengah

Download 
(PDF, 14.6 MB)
 

Naskah Strategi Nasional REDD+

Download PIPIB Revisi 4


Download peta geodatabase Peta Indikatif Penundaan Pemberian Izin Baru (PIPIB) Pemanfaatan Hutan Revisi IV.  PIPIB Rev.4 (47.5 MB); PIPIB Rev.3 (47.3 MB); PIPIB Rev.2 (49 MB); PIPIB Rev.1 (71 MB); PIPIB Rev.0 (104 MB). SK.2796/Menhut-VII/IPSDH/2013.

Visualisasi PIPIB Revisi 4 dapat dilihat melalui: www.ukp.go.id/peta-indikatif-penundaan-izin-baru dan webgis.dephut.go.id

Satgas REDD+ Menyapa

"Bagi Indonesia supaya dapat memanifestasikan nilai ekonomi tinggi dari hutan lindungnya, diperlukan upaya untuk mengenali secara cerdas nilai kearifan kuno yang masih dianut oleh masyarakat adat yang masih mengelola hutan dengan lestari dengan melindungi hak-hak mereka atas tanah adat." 

Chandra Kirana,
Ketua Tim Kerja Komunikasi dan Pelibatan Para Pihak 

Selanjutnya...

REDD+ Support

Kesadaran akan peranan hutan akan menimbulkan rasa berkepentingan yang mendalam. Kita semua dapat menjadi bagian pelestarian hutan di Indonesia, berikan dukungan anda disini Support REDD+ Indonesia

Satgas REDD+
Jl. Veteran III No. 2, Jakarta 10110, Indonesia. 
Phone +62213500234, +62213522703 Fax. 62212314147 - Site office: Phone +622134835414 Fax. +622134835415
Email: info@satgasreddplus.org 

Video Ekslusif

Wawancara Eksklusif dengan Bapak Emil Salim mengenai REDD+. Video lainnya...