Pemberitahuan: Berakhirnya website Satgas REDD+

Sesuai dengan berakhirnya mandat Satgas REDD+ seperti tertuang dalam Keppres No. 5/2013 ini, maka setelah 30 Juni 2013,  website Satgasreddplus.org ini tidak akan dimutakhirkan lagi terhitung sejak tanggal tersebut, dan akan dipindah untuk keperluan selanjutnya.
A+ A A-
02-10-2012

Pendidikan Lingkungan Hidup Perlu Aksi

Rate this item
(0 votes)
Para peserta sedang berdiskusi untuk menggali potensi lokal yang berkaitan dengan lingkungan dalam pelatihan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Selatan, pada 24-27 September 2012, yang didukung sepenuhnya oleh Satgas Persiapan Kelembagaan REDD+. Para peserta sedang berdiskusi untuk menggali potensi lokal yang berkaitan dengan lingkungan dalam pelatihan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Selatan, pada 24-27 September 2012, yang didukung sepenuhnya oleh Satgas Persiapan Kelembagaan REDD+.
(Foto: Leo Wahyudi S)

Rangkaian pelatihan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) yang diselenggarakan Satgas Persiapan Kelembagaan REDD+ bersama Badan Lingkungan Hidup provinsi dan kabupaten Kalimantan Tengah telah berakhir di Kabupaten Gunung Mas. Pelatihan sebelumnya sudah diselenggarakan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kapuas, Kota Palangka Raya dari Juni sampai September 2012

Rangkaian pelatihan tersebut diawali dengan Sosialisasi ESD bagi pemangku kepentingan Pendidikan Lingkungan Hidup di pemerintahan, yang meliputi Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Pendidikan, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), Pengawas Sekolah, dari 14 Kabupaten yang dilaksanakan di Palangka Raya. “Dalam sosialisasi tersebut teman-teman Dinas Pendidikan menyadari bahwa mereka memiliki peran kunci dalam mewujudkan masyarakat yang peduli akan pembangunan berkelanjutan, khususnya pelestarian hutan, keragaman hayati, dan budaya Kalimantan Tengah,” kata Aulia Widjiasih, pemateri pelatihan ESD dari Satgas Persiapan Kelembagaan REDD+. Ia juga menambahkan ESD ini harus diarusutamakan ke dalam penyusunan kebijakan, pengelolaan, dan kurikulum sekolah.

Acara pelatihan ESD di Gunung Mas diikuti oleh 24 sekolah dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Para pendidik tersebut bersemangat mengikuti pelatihan, yang jamak mereka sebut ‘bimbingan teknis’, selama tiga hari tersebut. Tak kurang dari 80-an peserta memenuhi ruangan pelatihan di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas 24-27 September 2012. Diantaranya termasuk sekitar 30 guru dari sekolah-sekolah unggulan di Gunung Mas.

“Awalnya saya tidak tahu apa isi pelatihan ini. Saya hanya memenuhi undangan saja. Tetapi begitu mengikutinya di hari pertama, saya baru mengerti betapa pentingnya pendidikan lingkungan untuk anak-anak kita,” ujar Susila, guru SDN 2 Kuala Kurun, setelah hari pertama berakhir. Susila merasa selama ini sudah melakukan apa yang disampaikan dalam pelatihan, tetapi tidak menyadari bahwa pendidikan lingkungan memang sudah ada dalam kurikulum sekolah. 

Bagaimanapun para pendidik memiliki peranan penting untuk kelestarian lingkungan Gunung Mas sebagai Kabupaten terluas keenam di Kalimantan Tengah. Mereka bertanggung jawab untuk menggugah kesadaran para peserta didik terhadap lingkungannya. “Kalau ini dilakukan, maka 15tahun yang akan datang generasi muda akan dapat menjaga lingkungannya,” kata Erni Hermine L., sekretaris Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah, dalam pidato pembukaan pelatihan.

Metode partisipatif dan interaktif yang diusung dalam pelatihan itu membuat para peserta makin bersemangat. Mereka diberi pemahaman mengenai pilar ESD yang mendasar, yaitu pilar lingkungan, sosial, ekonomi, dan kesejahteraan. Mereka diajak untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam pemberdayaan lingkungan, sosial, ekonomi, dan kesejahteraan ke dalam pola pikir dan pola perilaku sehari-hari, baik sebagai pemangku pendidikan maupun sebagai warga Gunung Mas. Dalam salah satu sesi, para pendidik itu bahkan bersaing demi mengidentifikasi potensi dan tantangan di daerah dan menyadari bahwa potensi tersebut sangat terkait erat dengan kelestarian sumberdaya alam daerahnya 

“Untuk Gunung Mas, saya salut dengan komitmen Dinas Pendidikan terhadap pelatihan ESD kemarin, karena ada 9 pengawas termasuk sampai kordinator pengawasnya hadir. Itu merupakan prestasi tersendiri,” kata Aulia. Para pengawas tersebut merasa terdukung dengan pelatihan ini sekaligus sangat mendukung program ESD di Gunung Mas. Menurut Aulia, yang diharapkan sekarang adalah niat kuat dari para kepala sekolah dan warganya untuk berkomitmen dalam mewujudkan ESD. Komitmen tersebut harus merupakan komitmen semua warga, dan ini bukan perkara mudah. 

“Mengubah paradigma dari lama ke baru tidak semudah membalik tangan,” imbuh Aulia. Jika kepala sekolah dan guru melihat paradigma baru ini dengan tangan terbuka, maka semua kebijakan sekolah akan sangat transparan dan adil. Pembelajaran akan didesain dengan menarik, berbobot serta melibatkan semua peserta didik dan nara sumber lain. Selama pelatihan tersebut, para peserta diajak memahami konsep dasar ESD, konsep berpikir holistik dan transformatif dalam memandang pembangunan berkelanjutan. Hal ini dilakukan agar terbangun warga sekolah dengan pribadi tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab dalam membangun masa depan yang berkelanjutan. Menurut Aulia, jika konsep dasar sudah dipahami, maka para peserta dapat memiliki paradigma baru dalam membuat kebijakan, mengelola sekolah, memiliki perspektif yang mendalam akan suatu materi pembelajaran, mengkontekstualkan dengan kehidupan dan informasi terbaru, mendesain pembelajaran dan membuat program aksi sekolah.

“Guru akan melihat kompetensi peserta didik dengan beragam evaluasi, dan menanamkan kecintaan warga sekolah akan sumber daya alam yang mereka miliki, Mereka akan menjadi masyarakat yang cerdas dan mencintai potensi lokalnya,” ujar Aulia berharap.

Setelah pelatihan, sekolah yang berkomitmen untuk menjadi sekolah pilot ESD Sekolah Sobat Bumi akan didampingi dengan syarat sekolah tersebut bersedia menduplikasi program ESD ke sekolah-sekolah lain. “Yang penting kita menjadi contoh dulu. Action itu lebih penting daripada hanya mengajari teman guru dan siswa,” kata Triozen, pengawas TK dan SD Kecamatan Kurun, Gunung Mas, setelah pelatihan tersebut. *** 

 

Last modified on Tuesday, 16 October 2012 18:37

Strategi dan Rencana Implementasi MRV

Reference Emission Level

Tingkat Emisi Rujukan (Reference Emission Level) Provinsi Kalimantan Tengah

Download 
(PDF, 14.6 MB)
 

Naskah Strategi Nasional REDD+

Download PIPIB Revisi 4


Download peta geodatabase Peta Indikatif Penundaan Pemberian Izin Baru (PIPIB) Pemanfaatan Hutan Revisi IV.  PIPIB Rev.4 (47.5 MB); PIPIB Rev.3 (47.3 MB); PIPIB Rev.2 (49 MB); PIPIB Rev.1 (71 MB); PIPIB Rev.0 (104 MB). SK.2796/Menhut-VII/IPSDH/2013.

Visualisasi PIPIB Revisi 4 dapat dilihat melalui: www.ukp.go.id/peta-indikatif-penundaan-izin-baru dan webgis.dephut.go.id

REDD+ Support

Kesadaran akan peranan hutan akan menimbulkan rasa berkepentingan yang mendalam. Kita semua dapat menjadi bagian pelestarian hutan di Indonesia, berikan dukungan anda disini Support REDD+ Indonesia

Satgas REDD+
Jl. Veteran III No. 2, Jakarta 10110, Indonesia. 
Phone +62213500234, +62213522703 Fax. 62212314147 - Site office: Phone +622134835414 Fax. +622134835415
Email: info@satgasreddplus.org