Pemberitahuan: Berakhirnya website Satgas REDD+

Sesuai dengan berakhirnya mandat Satgas REDD+ seperti tertuang dalam Keppres No. 5/2013 ini, maka setelah 30 Juni 2013,  website Satgasreddplus.org ini tidak akan dimutakhirkan lagi terhitung sejak tanggal tersebut, dan akan dipindah untuk keperluan selanjutnya.
A+ A A-
12-06-2013

Komda REDD+ Kalteng Laksanakan Konsultasi Publik Strada REDD+

Rate this item
(0 votes)
Salah seorang peserta dari Kab Lamandau mengajukan pertanyaan mengenai REDD+ saat sosialisasi STRADA REDD+ di Hotel Avilla Pangkalan Bun, Rabu 12 Juni 2013. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh adat, tokoh masyarakat dan LSM, serta pimpinan dinas/badan pemerintahan daerah dari 5 kabupaten, yaitu Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara dan Seruyan. Salah seorang peserta dari Kab Lamandau mengajukan pertanyaan mengenai REDD+ saat sosialisasi STRADA REDD+ di Hotel Avilla Pangkalan Bun, Rabu 12 Juni 2013. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh adat, tokoh masyarakat dan LSM, serta pimpinan dinas/badan pemerintahan daerah dari 5 kabupaten, yaitu Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara dan Seruyan.
(Photo: Emanuel Migo)

Komisi Daerah REDD+ Kalimantan Tengah sedang melaksanakan sosialisasi dan konsultasi publik dokumen Strategi Daerah dan Rencana Aksi REDD+ Kalimantan Tengah (STRADA REDD+). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran sosialisasi dan konsultasi publik STRADA REDD+ oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang pada 12 Februari 2013 di Palangka Raya. Strategi Daerah dan Rencana Aksi REDD+ Kalimantan Tengah ini telah ditetapkan melalui Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah No.10/2012 pada 15 Mei 2013.

STRADA REDD+ Kalimantan Tengah terdiri dari 12 Strategi Dasar, 23 Program Utama, dan 121 Kegiatan Pokok. Hal ini dimaksudkan untuk melaksanakan misi pelaksanaan REDD+ di Kalimantan Tengah. Misi tersebut antara lain: menerapkan sistem pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan; meningkatkan keberpihakan kepada masyarakat lokal dalam mengelola suberdaya alam dan memanfaatkan lahan gambut secara bijaksana; moratorium izin pemanfaatan kawasan dan konversi hutan/gambut; pembentukan kelembagaan REDD+ di daerah; peningkatan cadangan karbon; mengatasi kebakaran hutan/gambut; dan, sinergi pengelolaan lahan gambut dan hutan.

Sosialisasi dan Konsultasi Publik Strategi Daerah REDD+ Kalimantan ini dilaksanakan pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Acara sosialisasi ini dilaksanakan di Palangka Raya pada 17 Mei 2013 dan dihadiri sekitar 100 orang. Peserta sosialisasi di tingkat provinsi berasal dari perwakilan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) yang merupakan bagian dari dinas/badan  Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, tokoh masyarakat/adat, guru, dan dosen, serta perwakilan NGO lokal dan internasional yang berbasis di Palangka Raya atau daerah sekitarnya. 

Sedangkan sosialisasi dan konsultasi publik  STRADA REDD+ untuk 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah dibagi ke dalam 3 region. Region 1 untuk peserta dari Kota Palangka Raya, Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, dan Gunung Mas dilaksanakan di Palangka Raya pada 21-22 Mei 2013. Region 2 untuk peserta dari Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, dan Murung Raya dilaksanakan di Muara Teweh pada 28 – 29 Mei 2013. Region 3 untuk peserta dari Kabupaten  Kota Waringin Timur, Kota Waringin Barat, Lamandau, Seruyan, dan Sukamara dilaksanakan di Pangkalan Bun pada 12 – 13 Juni 2013.

Peserta kegiatan sosialisasi dan konsultasi publik STRADA REDD+ Kalimantan Tengah pada tingkat Kabupaten dan Kota ini terdiri dari perwakilan dinas di Kabupaten/Kota terkait, tokoh masyarakat dan adat, NGO, guru, pengusaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari pada masing-masing daerah. Hari pertama difokuskan pada sosialisasi dan dialog tentang STRADA REDD+. Sedangkan hari ke-2 untuk konsultasi publik, dimana peserta dibagi ke dalam 3 kelompok Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas 3 tema utama, yaitu: 1) Kelembagaan REDD+ di tingkat lokal; 2) Measurement, Reporting and Verification (MRV) dan pelaksanaanya di tingkat lokal; serta, 3) Partisipasi masyarakat dan Rencana Aksi REDD+.

Ratusan peserta pada setiap sesi sosialisasi dan konsultasi STRADA REDD+ Kalimantan Tengah antusias mengikuti kegiatan sosialisasi dan konsultasi publik. Kesempatan ini menurut mereka penting untuk mengenal lebih jauh REDD+ dan Pergub Kalteng No.10/2012 yang mengatur mengenai pelaksanaan REDD+ di Kalimantan Tengah. Mereka juga berkesempatan untuk menyampaikan masukan-masukan untuk penyempurnaan dokumen STRADA REDD+.

Marius, perwakilan AMAN Barito Timur, mengungkapkan bahwa kesempatan ini sangat penting dan sangat berharga. “Saya bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini, karena dapat mengetahui lebih dalam mengenai REDD+ dan dapat menyampaikan masukan-masukan agar masyarakat adat berpartisipasi aktif dalam REDD+,” ungkap Marius usai kegiatan konsultasi publik di Muara Teweh.

Hal serupa disampaikan peserta lainnya, seperti Damang (Tokoh Adat) dari Barito Timur dan perwakilan pemerintah daerah dari berbagai kabupaten. Meskipun demikian, menurut mereka, ada kendala yang menyulitkan dalam REDD+ karena banyaknya istilah asing yang sulit dipahami artinya.

“Istilah-istilah REDD+ perlu disederhanakan dalam bahasa yang mudah dimengerti masyarakat. Akan sulit kita jelaskan ke masyarakat jika masih menggunakan bahasa Inggris,” ungkap Tripatson dari sebuah LSM di wilayah Barito yang hadir pada kegiatan konsultasi publik di Muara Teweh.

Sebuah tim sosialisasi yang dibentuk oleh Gubernur Kalimantan Tengah terdiri dari 8 orang ahli dan penulis STRADA REDD+ dari Universitas Palangka Raya dan dari Badan Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah yang dipimpin oleh Alue Dohong. Tim ini didukung oleh Satgas REDD+. Sedangkan konsultasi publik difasilitasi oleh perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat yang  terdiri dari Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Kalteng, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalteng, Kelompok Kerja Sistim Hutan Kerakyatan (POKKER SHK), Yayasan Betang Borneo (YBB), dan Lembaga Dayak Panarung (LDP).

Masukan masyarakat dari proses konsultasi publik ini dihimpun untuk dibahas lebih lanjut dalam suatu lokakarya dan direkomendasikan kepada Komisi Daerah (KOMDA) REDD+ untuk penyempurnaan STRADA REDD+ Kalimantan Tengah. Hal ini sesuai dengan arahan Gubernur Kalimantan Tengah, bahwa dokumen STRADA REDD+ Kalimantan Tengah ini merupakan dokumen hidup yang akan terus menerus disempurnakan.***

Last modified on Monday, 17 June 2013 16:31

Strategi dan Rencana Implementasi MRV

Reference Emission Level

Tingkat Emisi Rujukan (Reference Emission Level) Provinsi Kalimantan Tengah

Download 
(PDF, 14.6 MB)
 

Naskah Strategi Nasional REDD+

Download PIPIB Revisi 4


Download peta geodatabase Peta Indikatif Penundaan Pemberian Izin Baru (PIPIB) Pemanfaatan Hutan Revisi IV.  PIPIB Rev.4 (47.5 MB); PIPIB Rev.3 (47.3 MB); PIPIB Rev.2 (49 MB); PIPIB Rev.1 (71 MB); PIPIB Rev.0 (104 MB). SK.2796/Menhut-VII/IPSDH/2013.

Visualisasi PIPIB Revisi 4 dapat dilihat melalui: www.ukp.go.id/peta-indikatif-penundaan-izin-baru dan webgis.dephut.go.id

REDD+ Support

Kesadaran akan peranan hutan akan menimbulkan rasa berkepentingan yang mendalam. Kita semua dapat menjadi bagian pelestarian hutan di Indonesia, berikan dukungan anda disini Support REDD+ Indonesia

Satgas REDD+
Jl. Veteran III No. 2, Jakarta 10110, Indonesia. 
Phone +62213500234, +62213522703 Fax. 62212314147 - Site office: Phone +622134835414 Fax. +622134835415
Email: info@satgasreddplus.org