Pemberitahuan: Berakhirnya website Satgas REDD+

Sesuai dengan berakhirnya mandat Satgas REDD+ seperti tertuang dalam Keppres No. 5/2013 ini, maka setelah 30 Juni 2013,  website Satgasreddplus.org ini tidak akan dimutakhirkan lagi terhitung sejak tanggal tersebut, dan akan dipindah untuk keperluan selanjutnya.
A+ A A-

Eks-PLG, REDD+ Gandeng PNPM di Pulang Pisau

Mega Proyek Lahan Gambut sejuta hektar di Kalimantan Tengah awalnya diprakarsai oleh mantan Presiden Suharto pada 1995. Tujuannya untuk memperkuat kembali swasembada beras yang kala itu melemah dibanding masa kejayaannya satu dekade sebelumnya. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Banyak ladang, hutan, kebun, pemukiman penduduk dikorbankan untuk merealisasikan proyek tersebut. Tak pelak proyek tersebut akhirnya berujung kegagalan dan dihentikan pada 1999 bersamaan dengan lengsernya rejim Orde Baru. 

Program Lahan Gambut ini mengonversi lahan dan rawa gambut untuk penanaman padi. Kawasan itu mencakup areal di empat kabupaten/kota, yaitu di Kabupaten Kapuas dengan luasan 629.827 hektar, Pulang Pisau 618.543 hektar, Barito Selatan 197.601 hektar, dan Kota Palangka Raya 16.324 hektar. 

Pembukaan lahan yang tidak dibarengi analisa dampak lingkungan yang memadai itu membuat lahan gambut rentan terhadap kebakaran. Buktinya pada kurun 1997 sampai 2000 terjadi kebakaran hutan hebat. Ini merupakan kebakaran kedua terbesar di Kalimantan pada 1982. Tak terhitung dampak sosial ekonomi yang diakibatkan kebakaran tersebut. 

Satgas Persiapan Kelembagaan REDD+ berkoordinasi dengan Pemerintah Kalimantan Selatan berencana mendukung kegiatan masyarakat untuk merevitalisasi dan merehabilitasi eks Proyek Lahan Gambut. Sudah ada lima lembaga yang disetujui proposal kegiatannya. Semua aktifitas yang diusulkan akan melibatkan masyarakat di kawasan lahan gambut melalui pelatihan, pendampingan, serta pengembangan kapasitas. Sekber REDD+ menjadi koordinator semua pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.

Kelima lembaga hasil verifikasi tahap pertama tersebut meliputi JARI Indonesia Kalimantan Tengah, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Unit Pengelola Kegiatan (PNPM-UPK) Jabiren Raya, PNPM-UPK Kahayan Hilir, Lembaga Dayak Panarung (LDP), serta Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah. 

Satgas Persiapan Kelembagaan REDD+ mengadakan kunjungan di beberapa lokasi eks PLG pada pertengahan Juli 2012. Dalam kunjungan di Jabiren Raya sebagai salah satu wilayah yang diusulkan, William Sabandar, Kepala Operasional Satgas REDD+ dan UKP 4, mengatakan, “Ada dua PNPM  akan kita coba. Bagaimanapun PNPM telah terstruktur dan menyentuh di lapisan masyarakat di akar rumput. Ini akan menjadi sinergi yang menguntungkan.”

Kedua program PNPM itu diusulkan di Jabiren dan Kahayan Hilir di Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan yang diusulkan di kedua daerah itu meliputi upaya normalisasi saluran irigasi, kursus anyaman rotan, dan pembudidayaan jamur tiram. Camat Jabiren Raya, Perdana Boy, memberikan dukungan positif atas inisiatif tersebut. Menurutnya, pemberdayaan dan pelibatan masyarakat lokal memang menjadi keunggulan PNPM.

“Pemberdayaan masyarakat melalui REDD+ dan PNPM ini harus kita dukung dan pantas kita coba. Kita memiliki kewajiban moral untuk mendukung asalkan visi dan misinya sejalan,” tegas Perdana Boy mengomentari usulan kerja sama tersebut.

Perdana mengakui bahwa masyarakat setempat memiliki ketergantungan tinggi terhadap alam. Menurutnya, perlu ditanamkan pada masyarakat bahwa mereka dapat hidup dari alam tanpa harus merusak lingkungan.  “Saya optimis keduanya dapat berjalan bersama,” kata Perdana.

Sementara itu, Satgas Persiapan Kelembagaan REDD+ menemukan fakta menarik di Bereng Bengkel sebagai salah satu daerah dampingan lembaga lokal yang disetujui. Sekalipun masyarakat setempat menderita dampak negatif kebakaran lahan, mereka ingin melakukan sesuatu untuk mempertahankan penghidupan mereka. “Yang kita antisipasi adalah hutan. Hutan yang ada bekas kebakaran ditanam lagi biar tidak ada banjir,” kata Sias Ulan, 45, tokoh masyarakat di Desa Bereng Bengkel, Palangka Raya. Ia menambahkan bahwa selama 2010, desanya sudah terendam banjir 10 kali.  

Masyarakat setempat mengklaim telah menanam 200 pohon Jelutung pada 2007 yang kemudian ditambah lagi 500 batang pada 2011. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen yang tetap hidup. Jelutung ini berfungsi ganda, karena menghasilkan komoditas kayu dan getah. Getah Jelutung menjadi bahan baku antara lain pembuatan permen karet, perekat, ban, dan cat. Disamping Jelutung, mereka juga menanam pohon Bangkirai, dan Gemor. Kegiatan rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat di Bereng Bengkel ini akan didampingi oleh lembaga JARI Indonesia.  

Apa yang dilakukan lembaga-lembaga lokal tersebut sejalan dengan Inpres No. 2/2007 mengenai percepatan rehabilitasi dan revitalisasi kawasan eks proyek lahan gambut melalui tiga program utama yang diamanatkan, yaitu program konservasi dan rehabilitasi, program pengembangan pertanian, dan program pemberdayaan masyarakat.

artikel terkait: PNPM-MP Menyentuh Lapisan Masyarakat (Harian Tabengan)

 

Strategi dan Rencana Implementasi MRV

Reference Emission Level

Tingkat Emisi Rujukan (Reference Emission Level) Provinsi Kalimantan Tengah

Download 
(PDF, 14.6 MB)
 

Naskah Strategi Nasional REDD+

Download PIPIB Revisi 4


Download peta geodatabase Peta Indikatif Penundaan Pemberian Izin Baru (PIPIB) Pemanfaatan Hutan Revisi IV.  PIPIB Rev.4 (47.5 MB); PIPIB Rev.3 (47.3 MB); PIPIB Rev.2 (49 MB); PIPIB Rev.1 (71 MB); PIPIB Rev.0 (104 MB). SK.2796/Menhut-VII/IPSDH/2013.

Visualisasi PIPIB Revisi 4 dapat dilihat melalui: www.ukp.go.id/peta-indikatif-penundaan-izin-baru dan webgis.dephut.go.id

Satgas REDD+ Menyapa

"Bagi Indonesia supaya dapat memanifestasikan nilai ekonomi tinggi dari hutan lindungnya, diperlukan upaya untuk mengenali secara cerdas nilai kearifan kuno yang masih dianut oleh masyarakat adat yang masih mengelola hutan dengan lestari dengan melindungi hak-hak mereka atas tanah adat." 

Chandra Kirana,
Ketua Tim Kerja Komunikasi dan Pelibatan Para Pihak 

Selanjutnya...

REDD+ Support

Kesadaran akan peranan hutan akan menimbulkan rasa berkepentingan yang mendalam. Kita semua dapat menjadi bagian pelestarian hutan di Indonesia, berikan dukungan anda disini Support REDD+ Indonesia

Satgas REDD+
Jl. Veteran III No. 2, Jakarta 10110, Indonesia. 
Phone +62213500234, +62213522703 Fax. 62212314147 - Site office: Phone +622134835414 Fax. +622134835415
Email: info@satgasreddplus.org 

Video Ekslusif

Wawancara Eksklusif dengan Bapak Emil Salim mengenai REDD+. Video lainnya...